Sub-Genre dari Electronic Dance Music

Sub-Genre dari Electronic Dance Music

04/19/2018 Blogging 0
Sub-Genre dari Electronic Dance Music

Sub-Genre dari Electronic Dance Music. Electronic Dance Music atau yang biasa disingkat menjadi EDM merupakan sebuah genre musik yang terus mengalami perkembangan pada setiap waktunya. Selain itu, Electronic Music Dance ini juga sering dikaitkan dengan musik-musik dugem yang menjadikan para DJ atau Disc Jockey sebagai ikonnya. Contoh penyanyi yang membawa aliran musik EDM adalah seperti Calvin Harris, David Guetta, dan band Avicii. Mereka adalah para penyanyi ataupun DJ yang telah berjasa untuk membawa aliran musik EDM pada tangga kepopuleran dalam dunia musik. Karena mereka dan yang lainnya jugalah Electronic Dance Music masih tetap eksis bahkan terus melebarkan sayapnya hingga detik ini.

Namun, tahukah Anda, bahwa Electronic Dance Music memiliki banyak sub genre. Sub genre ini memiliki ciri khasnya masing-masing dan para DJ-nya masing-masing. Jika Anda peka, Anda pasti akan mengetahui bahwasanya setiap DJ memiliki kehebatannya masing-masing pada setiap genrenya. Berikut merupakan contoh sub genre pada Electronic Dance Music.

  1. House Music

House Music

House Music merupakan genre yang paling terkenal pada Electronic Dance Music. Hal ini terbukti dari urutan musik yang sedang top pada setiap waktunya. Biasanya, House Music menduduki hingga Top 40. House Music ini berasal dari kota Chicago, Amerika. Nama yang disematkan pada kata pertama genre musik ini, terinspirasi dari sebuah bar atau kelab malam yang terkenal dari kota Chicago, yakni “The Warehouse”. Ciri khas dari genre House Music ini adalah tempo yang didominasi oleh alat musik keyboard, nadanya yang upbeat dan groovy. Beberapa DJ yang beraliran House Music adalah Daft Punk, David Guetta, Deadmau5, Avicii, dan yang lainnya.

  1. Dubstep

Dubstep

Dubstep merupakan genre dari Electronic Dance Music yang mulai terkenal pada tahun 1990-an. Negara yang pertama kali menerima genre Dubstep ini adalah London. Dubstep ini memiliki ciri khas, yakni suara bass yang seakan-akan berantakan atau tidak beraturan. Jika Anda bingung mengenai genre Dubstep ini, cobalah untuk mendengarkan lagu-lagu Skrillex. Lagu-lagu Skrillex memang didominasi oleh genre Dubstep.

  1. Techno

Techno

Sesuai dengan namanya, genre EDM techno ini memanfaatkan penggunaan teknologi-teknologi dalam dunia musik. Genre musik Techno ini mulai populer di daerah Detroit. Genre musik ini banyak mengkombinasikan berbagai alat musik, seperti synthesizer, hentakan drum, dan yang lainnya. Ada tiga DJ yang sering dikaitkan dengan genre musik Techno ini, mereka adalah Carl Cox, Adam Bayer, dan Richie Hawtin.

  1. Trance

Trance

Genre Electronic Dance Music yang selanjutnya adalah Trance. Kata Trance sebenarnya mengartikan seseorang yang sedang berada dalam keadaan tidak sadar atau dalam bahasa Indonesianya sering disebut kesurupan. Walaupun sedikit menyeramkan, tetapi maksud dari nama ini ialah genre musik Trance sering membuat kamu kagum dan seakan-akan terhipnotis oleh musik tersebut. Sensasi emosional sangat terasa dalam genre musik ini. Genre musik Trance ini  memiliki ciri khas, yakni alur yang naik turun dan memiliki tempo yang berkisar antara 125 hingga 160 beat per menit atau BPM. Contoh musik yang bergenre Trance adalah Above and Beyond – Alchemy, Neelix – Wherever You Are, BT – Skylarking, dan Armin Van Buuren featuring Miri Ben Ari dengan Intense-nya.

House Music, Trance, Techno, dan Dubstep merupakan beberapa contoh genre yang ada pada Electronic Dance Music. Namun, karena dunia musik merupakan dunia seni, dan dunia seni merupakan sesuatu yang terus mengalami perkembangan, genre-genre dari musik EDM tersebut juga memiliki banyak sub genre yang lainnya. Itulah yang dinamakan dengan keunikan dari dunia seni khususnya musik.