Mengenal Jenis Subgenre Electronik Dance Music

Mengenal Jenis Subgenre Electronik Dance Music

03/22/2018 Blogging 0
Mengenal Jenis Subgenre Electronik Dance Music

Mengenal Jenis Subgenre Electronik Dance Music. Musik bergenre EDM yang kini banyak digemari oleh kebanyakan remaja hingga dewasa merupakan musik yang menggunakan alat elektronik dan piringan hitam untuk memainkannya.

Jenis Subgenre Electronik Dance Music

Mulai tahun 2016 hingga sekarang penggemar musik ini terus meningkat. Banyak musisi-musisi bermunculan den mengisi panggung musik di dunia. Musik ini biasa disetel atau disuguhkan di berbagai event-event musik maupun konser besar tidak terkecuali menemani aktivitas-aktivitas di café-café. Sajian musik eletronik dengan memadukan software music dan piringan hitam yang dirancang dan diproduksi secara kreatif menambah kenikmatan musik ini di telinga pendengar. Maka sejak tahun 2000an musik ini berkembang pesat dan menjanjikan dijadikan sebagai bisnis musik. Ada beberapa subgenre musik EDM yang bisa anda kenal. Genre musik EDM terbagi dalam musik sub genre dan ada tiga pembeda dasar pada musik ini yaitu Beats Per Minute (BPM), variasi dari synthesizer, dan melodi pada musiknya. Apa saja sub genre musik ini? Sub genre jenis musik ini diantaranya adalah House Music, Trance, Techno, Dubstep, dan Drum and Bass. Kami akan mengenalkan kepada anda masing-masing subgenre musik ini.

House Music sendiri yaitu genre musik yang berasal dari Chicago, Amerika. Kata House diambil dari nama klub malam di Chicago the Warehouse. House music berkembang dengan cepat ke kota-kota Amerika seperti Newark, New York, City, dan Detroit. Selanjutnya pada pertengahan tahun menjelang akhir 1980-an house music popular di Eropa dan dan kotakota besar di Amerika Selatan dan Australia. Ciri khas yang dimiliki musik ini adalah temponya antara 126-128 BPM untuk menghasilkan tempo upbeat doong roofy kadang-kadang didominasi dengan kord piano. Sub genre ini adalah yang paling banyak diterima oleh masyrakat. Hampir semua musik di Top 40 terpengaruh oleh subgenre house music. Karena kepopulerannya, sub genre ini memiliki berbagai sub genre sendir diantaranya adalah acid house, elctro house, dutch house, progressive house, dan deep house.

Berbagai Subgenre Electronik Dance Music

Acid house yaitu house music dengan pengaruh trance dan techno yang sedikit. Temponya sedikit lebih cepat. Electro house adalah musik yang hampir seluruhnya memiliki drop. Sedangkan dutch house adalah subgenre yang berasal dari Belanda yang kini mulai popular. Progressive house sendiri memiliki ciri khas tempo yang semakin meningkat dan deep house subgenre yang paling chill sebaliknya dimainkan di café-café karena musikya yang santai. Selain house music ada sub genre Trance yang berkembang di Jerman pada awal tahun 90-an. Temponya sekitar 125-160 BPM serta alurnya naik turun. Musik trance ini bisa menghipnotis anda karena sensasi emosionalnya yang bisa membuat senang maupun sedih. Sensasi emosional ini diciptakan dari kombinasi ritme dan layer yang bermacam-macam. Melodi dan vokalnya repetetif.

Sub genre lain dari musik EDM adalah techno. Sub genre ini muncul di Detroit pada tahun 1980an. Ciri khasnya adalah penggunaan teknologi baru yang bermacam-macam dan sebagian musiknya adalah kombinasi synthesizer, sequencer serta hentakan. Ada beberpaa Dj dengan pengaruh techno diantaranya seperti Adam Bayer, Carl Cox dll. Subgenre techno yaitu minimal techno. Sub genre minimal techno menggunakan sampling musik lebih sedikit. Dan selanjutnya sub genre dubstep yang pertama kali diperkenalkan di London pada tahun 1990-an. Ciri khas dari musik ini memiliki sound dengan komposisi bass yang tidak beraturan serta terdistrosi. Ada beberapa musisi EDM bersub genre dubstep diantarnya Knife Party, Mount Kimbie dan Flux Pavillion dan masih banyak lainnya. Jika anda ingin mempelajarinya lebih luas maka anda akan banyak menemui genre musik EDM dan sub genrenya sangat beragam.